Translate

Powered By Blogger

Selasa, 28 Oktober 2014

Gayatri Wailissa

Hi, Pal!
How are you to day?
Kali ini Kita akan membahas tentang seputar gadis belia bernama Gayatri Wailissa.

Nama yang disebut-sebut sebagai Anak Ajaib Indonesia asal Ambon ini telah mendunia. Ia terlahir dari keluarga yang sederhana, namun di usianya yang baru berumur 16 tahun ini, anak dari pasangan Deddy Darwis Wailissa da Nurul Idawaty tersebut telah mampu mengukir segudang prestasi tingkan nasional maupun internasional.

Gayatri tidak bisa disebut dengan gadis yang biasa-biasa saja. Bagaimana tidak? Selain meraih banyak prestasi,  Gayatri  bahkan mampu menjadi Duta ASEAN untuk Indonesia di bidang anak mewakili Indonesia. Salah satu mimpi Gayatri adalah menjadi diplomat termuda di Indonesia.

Gayatri sangat unggul di bidang Linguistik. Ia bahkan mampu menguasai lebih dari 11 bahasa antara lain bahasa Inggris, Italia, Spanyol, Belanda, Mandarin, Arab, Jerman, Perancis, Korea, dan India. Selain itu Gayatri sedang belajar bahasa Rusia dan bahasa Tagalog.

Kemampuan Gayatri belajar berbahasa asing tidak melalui kursus dikarenakan keterbatasan ekonomi. Kemampuannya berbahasa asing didapat dengan cara sangat sederhana yakni mendengar lagu dan menonton film asing, kemudian ia terjemahkan dalam kamus (otodidak)

PRESTASI YANG TELAH DIRAIH GAYATRI
- Juara 1 Kompetisi Cerita Rakyat 2006
- Juara Bertutur Kanak-kanak 2007
- Juara 2 Lomba Cerpen Nasional 2008
- Juara 1 Lomba Cipta Puisi 2009
- Juara 3 Lomba Baca Puisi 2009
- Juara 1 Debat Konsep pembangunan daerah 2010
- Juara 2 Karya Tarian Kreasi Baru 2010
- Juara Peragaan Busana Fashion Show Putri Daerah 2011
- Nominasi 3 Besar Icon Busana Nasional 2011
- Juara 1 Lomba Pidato dalam Hari Anak Nasional 2011
- Juara  2 Lomba Karya Ilmiah Sains Terapan 2012
- Juara Medali Perunggu Olimpiade Sains Astronomi 2012
- Juara Karya Tulis Sastra Nasional 2012
- Juara 1 Lomba Pidato Remaja Hari Kebangkitan Nasional 2012
- Juara Esay Nasional "Hari Perdamaian Dunia" 2012

ORGANISASI/KEGIATAN YANG PERNAH DIIKIKUTI GAYATRI
- Pimpinan Redaksi Majalah Anak (Suara Anak Maluku)
- Pengurus Forum Anak Maluku
- Ketua Forum Perdamaian (KAPATA DAMAI)
- Penerjemah Bahasa
- Pramuwisata
- Penulis Sastra (Puisi, Prosa, Novel)
- Istruktur Klub Teater
- Penyiar Radio Swasta-Siaran Anak
- Reporter/Presenter/Host-Icon Film Documenter


Sayangnya kehidupan Gayatri berakhir saat ia baru saja lulus SMA pada Kamis (23/10/2014) sekitar pukul 19.30 di RS Abdi Mulyo, Menteng, Jakpus. dikarenakan pembuluh darah di otak yang pecah (pendarahan pada otak). "Tadi pas olahraga tiba-tiba jatuh, terus langsung pingsan" kata Panglima Kodam V/Brawijaya Mayor Jendral Eko Wiratmoko saat di konfirmasi.


Selamat Jalan Gayatri Wailissa, Semoga perjuangan anda selalu di kenang oleh Masyarakat Indonesia...


Thanks For Reading
Hope you like it............

Rabu, 15 Oktober 2014

Kado Teraneh di Dunia



Hi pal........
Pernahkah kalian merasakan ulangtahun?
Pasti senang rasanya.
Kado apa yang biasanya kalian dapat?
Biasanya kado dapat berupa barang impian, pakaian, traktiran dll.

Tapi bagaimana jika kado yang didapat oleh seorang yang sedang berulang tahun merupakan kado yang aneh?
Inilah kado teraneh di dunia
  1. Operasi ganti kelamin di usia 16 tahun.

    Kado ulang tahun Jackie Green tergolong unik. Bagaimana tidak. Di ulangtahunnya yang ke-16 tahun, ia di beri kado operasi ganti kelamin oleh sang ibu tercinta. Keinginan yang tampak pada saat Jackie berumur 4 tahun ini baru terwujud 12 tahun kemudian.
    Jika dilihat sekilas sungguh cantik bukan. Apakah anda menyangka bahwa gadis ini merupakan seorang pria?
  2. Dibuatkan air terjun
    Keindahan Air Terjun Bermata Kristal Terunik di Dunia
    Swarovski Fountain merupakan karya seni luar biasa karya seorang seniman bernama Adre Heller pada 1995. Air terjun yang dibuat sebagai kado ulangtahun ke-100 Perusahaan Kristal Swaovski ini disebut-sebut sebagai air terjun terunik di dunia. Yang lebih unik lagi adalah ke-2 mata pada air terjun yang terbuat dari Kristal Swarovski.
  3. Patung liberty

    Patung Liberty merupakan hadiah pemberian Rakyat Perancis kepada Rakyat Amerika Serikat yang pada waktu itu sedang merayakan ulang tahun ke-100 Deklarasi Kemerdekaan Amerika. Patung tersebut juga diberikan sebagai tanda persahabatan mereka selama Revolusi Amerika. Patung yang dibuat oleh seorang Pemahat Perancis, Frederic Auguste Bartholdi. Lelaki kelahiran Alasce ini memang dikenal sebagai pembuat patung ternama.
  4. Pesawat jet seharga 534 Milyar

    Kado ini masuk kategori kado termahal di dunia yang diberikan oleh seorang suami kepada isterinya. Nita Ambani inilah yang menjadi perempuan paling beruntung di dunia karena tepat di hari ulang tahunnya yang k-44. 2007 lalu wanita asal India ini mendapatkan hadiah  pesawat jet mewah dari sang suami yang juga merupakan orang yang kaya raya di India, Mukesh Ambani. Pesawat ini dilengkapi bar, kamar tidur mewah, kamar mandi dengan shower dan juga kabin hiburan yang terdiri dari game, TV, musik dan jaringan komunikasi tanpa kabel. Mukesh rela mengeluarkan sebanyak 534 milyar rupiah untuk pesawat jet tersebut.




    Thanks for reading...........
    Hope you like it.............

Sabtu, 11 Oktober 2014

Gadis Kecil Bungkam Dunia Selama 6 Menit



Hi Pal........


Pernahkah kalian berpidato di depan umum?

Kebanyakan dari kalian mungkin pernah. Tapi bagaimana dengan berpidato di depan sebuah organisasi dunia di mana tempat berkumpulnya perwakilan dari berbagai penjuru dunia?

Mengejutkan bukan?

Yap! kali ini kita akan membahas seorang gadis mungil berusia 12 tahun yang telah membuat bungkam sebuah organisasi PBB (Perserikatan Bangsa-Bangsa)

Gadis bernama Severn Cullis -Suzuki- ini telah berpidato pada PBB yang isi pidatonya bertemakan Global Warming.



#Severn di depan PBB# http://cdn.klimg.com/merdeka.com/i/w/news/2014/09/19/431564/content_images/670x335/20140919173450-1-severn-cullis-suzuki-003-tantri-setyorini.jpg


Severn lahir di Kanada pada 30 November 1979 dan bekerja sebagai aktivis lingkungan, pembawa acara, pembicara, penulis serta humani tarian ini diberikan penghargaan dalam United Nations Enivorment Programme yakni Global 500 Roll of Honour.

Kata-kata Severn begitu membuka mata dunia mengenai isu Global Warming yang sekarang ini menjadi pembicaraan di seluruh dunia. Videonya yang sedang membacakan pidato ini menjadi topik pembicaraan seluruh dunia hingga ia dijuluki sebagai 'GADIS YANG MEMBUAT DUNIA TERDIAM SELAMA ENAM MENIT'.

Severn memang sudah peduli terhadap lingkungan pada usia yang masih dini. Pada usia 9 tahun, ia berhasil mendirikan Enviromental Childern's Organization, sebuah organisasi pecinta lingkungan beranggotakan anak-anak yang berperan memberikan arahan kepada anak-anak lain mengenai isu lingkungan.

Severn berdiri di mimbar ini tanpa selembar pun NASKAH untuk berpidato.
Adapun isi pidato Severn sebagai berikut :

1. Bahasa Inggris

Hello, I’m Severn Suzuki speaking for E.C.O. – The Environmental Children’s Organization.

We are a group of twelve and thirteen-year-olds from Canada trying to make a difference:
Vanessa Suttie, Morgan Geisler, Michelle Quigg and me. We raised all the money ourselves to come six thousand miles to tell you adults you must change your ways. Coming here today, I have no hidden agenda. I am fighting for my future.

Losing my future is not like losing an election or a few points on the stock market. I am here to speak for all generations to come.

I am here to speak on behalf of the starving children around the world whose cries go unheard.

I am here to speak for the countless animals dying across this planet because they have nowhere left to go. We cannot afford to be not heard.

I am afraid to go out in the sun now because of the holes in the ozone. I am afraid to breathe the air because I don’t know what chemicals are in it.

I used to go fishing in Vancouver with my dad until just a few years ago we found the fish full of cancers. And now we hear about animals and plants going extinct every day―vanishing forever.

In my life, I have dream of seeing the great herds of wild animals, jungles and rainforests full of birds and butterflies, but now I wonder if they will even exist for my children to see.

Did you have to worry about these little things when you were my age?

All this is happening before our eyes and yet we act as if we have all the time we want and all the solutions. I’m only a child and I don’t have all the solutions, but I want you to realise, neither do you!
You don’t know how to fix the holes in our ozone layer.
You don’t know how to bring salmon back up a dead stream.
You don’t know how to bring back an animal now extinct.
And you can’t bring back forests that once grew where there is now desert.

If you don’t know how to fix it, PLEASE STOP BREAKING IT!

Here, you may be delegates of your governments, business people, organisers, reporters or poiticians― but really you are mothers and fathers, brothers and sisters, aunts and uncles―and all of you are somebody’s child.

I’m only a child yet I know we are all part of a family, five billion strong, in fact, 30 million species strong and we all share the same air, water and soil―borders and governments will never change that.

I’m only a child yet I know we are all in this together and should act as one single world towards one single goal.

In my anger, I am not blind, and in my fear, I am not afraid to tell the world how I feel.

In my country, we make so much waste, we buy and throw away, buy and throw away, and yet northern countries will not share with the needy. Even when we have more than enough, we are afraid to lose some of our wealth, afraid to share.

In Canada, we live the privileged life, with plenty of food, water and shelter―we have watches, bicycles, computers and television sets.

Two days ago here in Brazil, we were shocked when we spent some time with some children living on the streets. And this is what one child told us: “I wish I was rich and if I were, I would give all the street children food, clothes, medicine, shelter and love and affection.”

If a child on the street who has nothing, is willing to share, why are we who have everything still so greedy?

I can’t stop thinking that these children are my age, that it makes a tremendous difference where you are born, that I could be one of those children living in the Favellas of Rio; I could be a child starving in Somalia; a victim of war in the Middle East or a beggar in India.

I’m only a child yet I know if all the money spent on war was spent on ending poverty and finding environmental answers, what a wonderful place this earth would be!

At school, even in kindergarten, you teach us to behave in the world. You teach us:
not to fight with others,
to work things out,
to respect others,
to clean up our mess,
not to hurt other creatures
to share―not be greedy.

Then why do you go out and do the things you tell us not to do?

Do not forget why you’re attending these conferences, who you’re doing this for―we are your own children. You are deciding what kind of world we will grow up in. Parents should be able to comfort their children by saying “everything’s going to be alright”, “we’re doing the best we can” and “it’s not the end of the world”.

But I don’t think you can say that to us anymore. Are we even on your list of priorities? My father always says “You are what you do, not what you say.”

Well, what you do makes me cry at night. You grown ups say you love us. I challenge you, please make your actions reflect your words.

Thank you for listening.



2. Bahasa Indonesia

Halo, nama Saya Severn Suzuki, berbicara mewakili E.C.O – Enviromental Children Organization.

Kami Adalah kelompok dari Kanada yg terdiri dari anak-anak berusia 12 dan 13 tahun, yang mencoba membuat perbedaan: Vanessa Suttie, Morga, Geister, Michelle Quiq dan saya sendiri.

Kami menggalang dana untuk bisa datang kesini sejauh 6000 mil. Untuk memberitahukan pada anda sekalian orang dewasa bahwa anda harus mengubah cara anda, Hari ini Disini juga. Saya tidak memiliki agenda tersembunyi. Saya menginginkan masa depan bagi diri saya saja.

Kehilangan masa depan tidaklah sama seperti kalah dalam pemilihan umum atau rugi dalam pasar saham. Saya berada disini untuk berbicara bagi semua generasi yg akan datang.

Saya berada disini mewakili anak-anak yg kelaparan di seluruh dunia yang tangisannya tidak lagi terdengar.

Saya berada disini untuk berbicara bagi binatang-binatang yang sekarat yang tidak terhitung jumlahnya di seluruh planet ini karena kehilangan habitat nya. Kami tidak boleh tidak di dengar.

Saya merasa takut untuk berada dibawah sinar matahari karena berlubang nya lapisan OZON.

Saya merasa takut untuk bernafas karena saya tidak tahu ada bahan kimia apa yg dibawa oleh udara.

Saya sering memancing di Vancouver bersama ayah saya, hingga beberapa tahun yang lalu kami menemukan bahwa ikan-ikannya penuh dengan kanker. Dan sekarang kami mendengar bahwa binatang-binatang dan tumbuhan satu persatu mengalami kepunahan tiap harinya – hilang selamanya.

Dalam hidup saya, saya memiliki mimpi untuk melihat kumpulan besar binatang-binatang liar, hutan rimba dan hutan tropis yang penuh dengan burung dan kupu-kupu. Tetapi sekarang saya tidak tahu apakah hal-hal tersebut masih ada untuk dilihat oleh anak saya nantinya.

Apakah anda sekalian harus khawatir terhadap masalah-masalah kecil ini ketika anda sekalian masih berusia sama seperti saya sekarang?

Semua ini terjadi di hadapan kita dan walaupun begitu kita masih tetap bersikap bagaikan kita masih memiliki banyak waktu dan semua pemecahannya. Saya hanyalah seorang anak kecil dan saya tidak memiliki semua pemecahannya tetapi saya ingin anda sekalian menyadari bahwa anda sekalian juga sama seperti saya!

Anda tidak tahu bagaimana caranya memperbaiki lubang pada lapisan ozon kita.

Anda tidak tahu bagaiman cara mengembalikan ikan-ikan salmon ke sungai asalnya.

Anda tidak tahu bagaimana caranya mengembalikan binatang-binatang yang telah punah.

Dan anda tidak dapat mengembalikan hutan-hutan seperti sediakala di tempatnya yang sekarang hanya berupa padang pasir.


Jika anda tidak tahu bagaimana cara memperbaikinya.

TOLONG BERHENTI MERUSAKNYA!

Disini anda adalah deligasi negara-negara anda. Pengusaha, anggota perhimpunan, wartawan atau politisi – tetapi sebenarnya anda adalah ayah dan ibu, saudara laki-laki dan saudara perempuan, paman dan bibi – dan anda semua adalah anak dari seseorang.

Saya hanyalah seorang anak kecil, namun saya tahu bahwa kita semua adalah bagian dari sebuah keluarga besar, yang beranggotakan lebih dari 5 milyar, terdiri dari 30 juta rumpun dan kita semua berbagi udara, air dan tanah di planet yang sama – perbatasan dan pemerintahan tidak akan mengubah hal tersebut.

Saya hanyalah seorang anak kecil, namun begitu saya tahu bahwa kita semua menghadapi permasalahan yang sama, dan kita seharusnya bersatu untuk tujuan yang sama.

Walaupun marah, namun saya tidak buta, dan walaupun takut, saya tidak ragu untuk memberitahukan dunia apa yang saya rasakan.

Di negara saya, kami sangat banyak melakukan penyia-nyiaan, kami membeli sesuatu dan kemudian membuang nya, beli dan kemudian buang. Walaupun begitu tetap saja negara-negara di utara tidak akan berbagi dengan mereka yang memerlukan.
Bahkan ketika kita memiliki lebih dari cukup, kita merasa takut untuk kehilangan sebagian kekayaan kita, kita takut untuk berbagi.

Di Kanada kami memiliki kehidupan yang nyaman, dengan sandang, pangan dan papan yang berkecukupan – kami memiliki jam tangan, sepeda, komputer dan perlengkapan televisi.

Dua hari yang lalu di Brazil sini, kami terkejut ketika kami menghabiskan waktu dengan anak-anak yang hidup di jalanan. Dan salah satu anak tersebut memberitahukan kepada kami: “Aku berharap aku kaya , dan jika Aku kaya, Aku akan memberikan anak-anak jalanan makanan, pakaian dan obat-obatan, tempat tinggal, cinta dan kasih sayang.”

Jika seorang anak yang berada dijalanan yang tidak memiliki apapun, bersedia untuk berbagi, mengapa kita yang memiliki segalanya masih begitu serakah?

Saya tidak dapat berhenti memikirkan bahwa anak-anak tersebut berusia sama dengan saya, bahwa tempat kelahiran anda dapat membuat perbedaan yang begitu besar. Bahwa saya bisa saja menjadi salah satu dari anak-anak yang hidup di Favellas di Rio; saya bisa saja menjadi anak yang kelaparan di Somalia; seorang korban perang timur tengah atau pengemis di India.

Saya hanyalah seorang anak kecil namun saya tahu bahwa jika semua uang yang dihabiskan untuk perang dipakai untuk mengurangi tingkat kemisikinan dan menemukan jawaban terhadap permasalahan alam, betapa indah jadinya dunia ini.

Di sekolah, bahkan di taman kanak-kanak, anda mengajarkan kami untuk berbuat baik. Anda mengajarkan pada kami untuk tidak berkelahi dengan orang lain.
Mencari jalan keluar, membereskan kekacauan yang kita timbulkan.

Tidak menyakiti makhluk hidup lain, berbagi dan tidak tamak.

Lalu mengapa anda kemudian melakukan hal yang anda ajarkan pada kami supaya tidak boleh dilakukan tersebut?

Jangan lupakan mengapa anda menghadiri konferensi ini. Mengapa anda melakukan hal ini – kami adalah anak-anak anda semua. Anda sekalianlah yang memutuskan dunia seperti apa yang akan kami tinggali. Orang tua seharus nya dapat memberikan kenyamanan pada anak-anak mereka dengan mengatakan “Semuanya akan baik-baik saja”, “Kami melakukan yang terbaik yang dapat kami lakukan” dan “Ini bukanlah akhir dari segalanya”.

Tetapi saya tidak merasa bahwa anda dapat mengatakan hal tersebut kepada kami lagi. Apakah kami bahkan ada dalam daftar prioritas anda semua?

Ayah saya selalu berkata “Kamu akan selalu dikenang karena perbuatan mu bukan karena kata-kata mu”

Jadi, apa yang anda lakukan membuat saya menangis pada malam hari. Kalian orang dewasa berkata bahwa kalian menyayangi kami.

Saya menantang ANDA , cobalah untuk mewujudkan kata-kata tersebut.


Sekian dan terima kasih atas perhatian nya.



http://www.jualanbuku.com/wp-content/uploads/2009/01/450px-pa109664_leveled.JPG